Cara Menghitung Persen Dengan Mudah

Cara Menghitung Persen Dengan Mudah : Berkaitan dengan persen, tentunya tak asing lagi bagi kita semua. Khususnya, bagi kaum ibu-ibu yang senang dengan diskon-diskon… hehehe. Ayo siapa yang merasa ibu-ibu dan suka berburu dengan diskonan? Ayo ngaku! Hehe… (sekedar bercanda)
Cara Menghitung Persen Dengan Mudah

Pada dasarnya, persen adalah perseratus. Dimana lambang persen adalah %. Contoh misalnya, baju anak menjelang lebaran harganya diskon sebesar 75% (dibaca 75 persen). Atau contoh lainnya adalah berapakah 20% dari 1.000?
Judul artikel ini memang menggiurkan ya, yakni “Cara Menghitung Persen Dengan Mudah”. Tapi, mudah-mudahan saja pada kenyataannya memang Anda menjadi lebih mudah dalam mengerjakan soal matematika yang berhubungan dengan persen. Meski cara ini mungkin saja hampir sama atau bahkan sama dengan cara-cara yang telah banyak dibahas oleh para master di dunia internet.
Meskipun nanti caranya memang standar dengan yang kebanyakan dibahas, setidaknya rasa mudah itu telah tertancap dan tertanam pada otak Anda bahwa memang mengerjakan soal persen itu mudah dan tidak perlu mengalami pusing tujuh keliling… hehehe
Nah, untuk mengefektifkan waktu, kita langsung saja pada bahasan intinya yakni cara menghitung persen. Namun, alangkah baiknya sebelum kita belajar kita berdoa terlbih dahulu. Tentunya, berdoa sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya masing-masing. Berdoa mulai!!!
Oke,,, jika Anda sekalian sudah berdoa, Anda silahkan fokus pada bahasan beberapa soal di bawah ini ya!

Contoh soal :
1. Berapakah 50% dari 100?
Pembahasan :
50% adalah 50/100.
Untuk mencari hasil 50% dari 100 adalah dengan cara mengalikan, yakni 50/100 x 100.
50/100 x 100 = 50
Jadi, 50% dari 100 adalah 50.

2. Bak mandi berisi air sebanyak 35 liter, kemudian airnya ditambah oleh Pak Ramli sehingga menjadi 50 liter. Berapa persen kenaikan volume air dalam bak tersebut?
Pembahasan :
35/50 x 100% =
35 x 2% = 70%
Jadi, volume air naiknya adalah 70%.

3. Harga sebuah baju adalah Rp120.000. Karena menjelang lebaran, maka baju tersebut didiskon sebesar 40%. Berapakah harga baju setelah diskon?
Pembahasan :
Cara 1
Diskon baju 40% x Rp120.000
40/100 x Rp120.000 = Rp48.000
Harga baju setelah diskon adalah Rp120.000 – Rp48.000 = Rp72.000
Jadi, harga baju setelah diskon adalah Rp72.000

Cara 2
(100% - 40%) x Rp120.000 = …
= 60% x Rp120.000
= 60/100 x Rp120.000 = Rp72.000
Jadi, harga baju menjadi Rp72.000

Bagaimana mudah bukan? Semoga saja benar-benar menjadi mudah untuk kita semua… meskipun caranya sama, tapi yakinilah bahwa jika kita sudah menganggap bahwa soal yang berhubungan dengan persen itu mudah, maka Anda akan dimudahkan. Akhir kata, kami ucapkan semoga Anda sukses dan bisa meraih cita-cita Anda. Aminnn… 

Contoh Soal Matematika Kelas 1 SD Tentang Bilangan

Contoh Soal Matematika Kelas 1 SD : Assalamualaikum semuanya! Apa kabarnya para generasi bangsa yang hebat? Mudah-mudahan kita semua sehat ya! Oh ya, apakah kalian sudah bisa membaca bilangan 1 sampai 20? Jika sudah, syukur Alhamdulillah ya… namun, jika belum jangan berkecil hati teruslah belajar dan minta bantuan ibu, ayah, atau kakakmu untuk selalu mengajarimu ya!

Nah, sebelumnya yu kita perhatikan gambar di bawah ini!
 Contoh Soal Matematika Kelas 1 SD Tentang Bilangan
Setelah kalian perhatikan gambar di atas, coba kalian sebutkan jumlah bagian-bagian tubuhnya ya! Untuk lebih jelasnya, alat peraganya bisa menggunakan tubuhmu sendiri ya!
Nah, sekarang silahkan kalian isi soal-soal di bawah ini!
1. mataku ada berapa?
Jawab : …
2. hidungku ada berapa?
Jawab : …
3. mulutku ada berapa?
Jawab : …
4. telingaku ada berapa?
Jawab : …
5. lututku ada berapa?
Jawab : …
6. kakiku ada berapa?
Jawab : …
7. jari kaki kananku ada berapa?
Jawab : …
8. jari kaki kiriku ada berapa?
Jawab : …
9. jari tangan kananku ada berapa?
Jawab : …
10. jari tangan kiriku ada berapa?
Jawab : …

Selanjutnya, setelah kalian menyebutkan jumlah dari bagian tubuh di atas dengan mengisi beberapa soal yang telah dsediakan. Sekarang, kita coba pada bahasan berikutnya yakni membaca bilangan 1 sampai dengan 5.

Salah satu pertanyaan di atas adalah mataku ada berapa?
Jawabannya adalah 2.
2 dibaca dua.

Kemudian, pada pertanyaan nomor 8 adalah jari kaki kiriku ada berapa?
Jawabannya adalah 5.
5 dibaca lima.

Nah, selanjutnya silahkan kalian isi sendiri beberapa soal di bawah ini ya!
3 dibaca ….
4 dibaca ….
1 dibaca ….

Apakah kalian sudah selesai mengisi beberapa soal di atas? Jika sudah, yu sekarang perhatikan gambar bilangan di bawah ini!
Contoh Soal Matematika Kelas 1 SD Tentang Bilangan

Kemudian, kalian bacalah bilangan-bilangan berikut, baik dengan cara berurut ke sebelah kanan maupun juga membacanya berurut ke bawah!
Dan kemudian, silahkan isi beberapa soal di bawah ini!
6 dibaca ….
7 dibaca ….
8 dibaca ….
9 dibaca ….
10 dibaca ….
11 dibaca ….
12 dibaca ….
13 dibaca ….
14 dibaca ….
15 dibaca ….
16 dibaca ….
17 dibaca ….
18 dibaca ….
19 dibaca ….
20 dibaca ….

Demikian kiranya informasi yang bisa disampaikan terkait dengan Contoh Soal Matematika Kelas 1 SD Tentang Bilangan. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!!!

Contoh Soal Matematika Pengenalan Bilangan 4 SD

Beberapa contoh soal matematika yang akan kami sajikan kali ini adalah berkaitan dengan Pengenalan Bilangan di kelas 4 SD. Di mana, pada waktu sebelumnya kami juga pernah menyajikan beberapa contoh soal matematika tentang Memahami Sifat-sifat Operasi Hitung Bilangan.
Nah, sebelum kita melanjutkan pada contoh soal. Sebaiknya, terlebih dahulu kita ulas dulu sebentar tentang nilai tempat suatu bilangan dan cara membaca bilangan.

Contoh :
Tentukan masing-masing nilai tempat pada bilangan 18.325!

Pembahasan :
(Untuk mengerjakannya kita urutkan dari yang paling kiri dulu)
1 = menempati nilai tempat puluh ribuan.
8 = menempati nilai tempat ribuan.
3 = menempati nilai tempat ratusan.
2 = menempati nilai tempat puluhan.
5 = menempati nilai tempat satuan.

Contoh Soal Matematika Pengenalan Bilangan 4 SD

Untuk selanjutnya, kita berlatih dulu membaca suatu bilangan.
Contoh :
Bilangan 31.678 dibaca ....
Pembahasan :
31.678 dibaca tiga puluh satu ribu enam ratus tujuh puluh delapan.

Oke, menentukan nilai tempat dan cara membaca suatu bilangan sudah diberikan contohnya. Nah, sekarang silahkan Anda pelajari soal-soal matematika di bawah ini. Untuk pembelajarannya bisa dilakukan mandiri maupun bersama dengan kakak atau orangtua, baik ayah maupun ibu.

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!
1. Tentukan nilai tempat di bilangan berikut!
a. 15.245 =      ... puluh ribuan + ... ribuan + ... ratusan + ... puluhan + ... satuan
b. 39.628 =      ... puluh ribuan + ... ribuan + ... ratusan + ... puluhan + ... satuan
c. 25.741 =      ... puluh ribuan + ... ribuan + ... ratusan + ... puluhan + ... satuan
d. 51.987 =      ... puluh ribuan + ... ribuan + ... ratusan + ... puluhan + ... satuan

2. Tentukan pembacaan bilangan berikut!
a. Bilangan 19.012 dibaca ....
b. Bilangan 29.536 dibaca ....
c. Bilangan 51.973 dibaca ....
d. Bilangan 48.362 dibaca ....

3. Tentukan lambang bilangannya!
a. Empat puluh dua ribu tujuh ratus lima puluh sembilan adalah ....
b. Tujuh puluh delapan ribu empat ratus dua puluh lima adalah …
c. Sembilan puluh tujuh ribu seratus lima belas adalah …
d. enam puluh empat ribu delapan ratus sembilan puluh tiga …

4. Bandingkan bilangan-bilangan berikut dengan menggunakan tanda >, <, atau =!
a. 54    ...  45
b. 345  ...  453
c. 4.765  ... 4.756
d. 35.250  ... 35.250

5. Urutkan bilangan berikut dari yang terkecil sampai yang terbesar!
a. 2.567; 2.456; 4.652; 2.765; 5.264
b. 27.890; 26.783; 25.348; 21.908; 22.763

Kiranya itulah beberapa Contoh Soal Matematika Pengenalan Bilangan kelas 4 SD. Mudah-mudahan informasi tersebut bisa menambahn wawasan Anda dalam memperdalam pengetahuan di bidang matematika. Silahkan sampaikan kritik dan sarannya!

Selamat belajar dan sukses!!!

Contoh Soal Matematika Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan Kelas 4 SD

Selamat datang dan selamat belajar bagi para pengunjung blog Matematika Dasar! Kali ini, kami akan berbagi informasi tentang contoh soal matematika dalam Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan di kelas 4 SD.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa ada beberapa sifat dari operasi hitung bilangan yakni sifat Komutatif, Asosiatif, dan Distributif.

Nah, sekarang silahkan Anda pelajari beberapa contoh soal matematika di bawah ini secara mandiri maupun juga bantuan orangtua.

Contoh Soal Matematika Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan Kelas 4 SD

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!
1. 25  +  ...   =  15  +  ...  =  ....
Operasi tersebut menggunakan sifat ....

2. 36  ×  ...  =   8  ×  ...  =  ....
Operasi tersebut menggunakan sifat ....

3. (32 + 18)  +  ...  =  ...  +  (18 + 10)  = ....
Operasi tersebut menggunakan sifat ....

4. 10 × (27 × 5)  =  (10 × ...) × ... = ....
Operasi tersebut menggunakan sifat ....

5. ... × (4 + 16) = (25 × ... ) + (25 × ... ) = ....
Operasi tersebut menggunakan sifat ....

6. 8 × 13 = (p × 10) + (p × 3)
Nilai p dapat dicari dengan menggunakan sifat ....
Nilai p adalah ....

7. 5 x (4 + 2) = …
= ( 5 x …) + ( 5 x …)
= … + …
= …

8.  (12 - 6) x 15 = …
= ( … x 15) - ( … x 15)
= …  -  …
= …

9. 16 + … = 14 + … = …
= … + …  = … + … = …

10. … x 5 = 3 x … = …
= … x …  = … x … = …
Kiranya sepuluh contoh soal saja cukup untuk Anda pelajari. Namun, jika sekiranya masih kurang, Anda bisa membuat soal sendiri ataupun Anda meminta bantuan kepada orangtua untuk dibuatkan contoh soal yang serupa guna lebih memahami tentang pengerjaan soal yang berhubungan dengan sifat operasi hitung bilangan.
Demikianlah informasi yang bisa disampaikan berkaitan dengan Contoh Soal Matematika Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan Kelas 4 SD. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk Anda semuanya.

Demi perbaikan di masa mendatang untuk blog ini, maka Anda diperkenankan untuk menyampaikan kritik dan sarannya yang bersifat membangun. Salam sukses untuk Anda semua!

Perkalian dan Pembagian Bilangan Matematika SD

Perkalian dan Pembagian Bilangan : Matematika memang begitu dekat dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita dihadapkan dalam suatu persoalan yang berhubungan dengan matematika, salah satunya adalah persoalan terkait dengan perkalian dan pembagian bilangan.

Perkalian Bilangan
Contoh misalnya, Bu Mella memiliki 6 akuarium. Dalam setiap akuariumnya Bu Mella terdapat 5 ekor ikan hias. Berapa jumlah ikan hias yang dimiliki Bu Mella?
Tentunya, untuk menjawab persoalan di atas. Kita haruslah tahu tentang perkalian. Bahwasannya, dalam setiap akuarium ada 5 ekor ikan hias dan Bu Mella memiliki 6 akuarium. Maka untuk mengetahuinya yakni dengan menjumlahkan atau juga mengalikan agar lebih cepat yaitu 6 dikali 5.
Untuk bentuk penjumlahannya, yakni 5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5 adalah 30.
Sementara dalam bentuk perkaliannya, yakni 6 x 5 = 30.
Hasilnya tetap sama, baik yang menggunakan penjumlahan berulang maupun dengan mengalikan yaitu 30. Hanya saja perbedaannya adalah jika dilakukan penjumlahan secara berulang, maka membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan mengalikan (catatan kita sudah paham tentang perkalian).

Nah, sebenarnya ada beberapa cara untuk melakukan perkalian yakni perkalian dengan cara mendatar dan juga perkalian dengan cara bersusun.
1. Perkalian mendatar
Kali ini, untuk bahasan dalam perkalian mendatar adalah perkalian dua angka. Contoh misalnya, 35 x 8 = ….
35 adalah 30 + 5, sehingga 35 × 8 dapat diubah menjadi (30 × 8) + (5 × 8).
= (30 × 8) + (5 × 8)
= 240 + 40
= 280
Jadi, hasil dari 35 x 8 adalah 280.

Contoh yang kedua misalnya, 56 x 7 = …
Karena 56 adalah 50 + 6, sehingga 56 x 7 bisa diubah menjadi (50 x 7) + (6 x 7)
(50 × 7) + (6 × 7)
= 350 + 42
= 392
Jadi, hasil dari 56 x 7 adalah 392.

2. Perkalian bersusun
Sebagaimana halnya penjumlahan, sebenarnya perkalian juga bisa diselesaikan dengan cara bersusun. Contoh misalnya, 24 x 2 = …
Pembahasan :
Perkalian 24 x 2 dapat diubah bentuknya menjadi :
24
  2 x
        8                    (dari 4 × 2)
40 +                (dari 20 × 2)
48
Jadi, 24 × 2 adalah 48.

Pembagian Bilangan
Perlu diketahui bahwa dalam Matematika, pembagian dibilang adil apabila hasilnya sama dan tidak meninggalkan sisa. Dalam pembagian bilangan, ada beberpa cara yang bisa dilakukan, yakni Pembagian sebagai pengurangan berulang sampai habis, Pembagian sebagai kebalikan dari perkalian, dan Pembagian dengan cara bersusun.
1. Pembagian sebagai pengurangan berulang sampai habis
Contoh soal :
Hasil dari 36 : 6 adalah ....

Pembahasan :
Untuk menyelesaikan dengan cara ini, kurangilah bilangan 36 dengan 6 sebanyak beberapa kali hingga habis.
36 – 6 = 30
30 – 6 = 24
24 – 6 = 18
18 – 6 = 12
12 – 6 = 6
6 – 6 = 0
Jadi, 36 : 6 = 36 – 6 – 6 – 6  –  6  – 6 – 6  = 0.
Karena 32 dikurangi dengan bilangan 6 sebanyak 6 kali hingga diperoleh bilangan 0 maka:           
36 : 6 = 6

2. Pembagian sebagai kebalikan dari perkalian
Bentuk perkalian                     4 × 6 = 24
Bentuk pembagian menjadi    24 : 6 = 4
Berarti pula                             24 : 4 = 6

3. Pembagian dengan cara bersusun
Bu Yuyun akan menempatkan 48 potong kue ke dalam 3 stoples dengan jumlahnya yang sama banyak. Berapa potong kue yang akan dimasukkan Bu Yuyun ke dalam setiap stoples?

Pembahasan:
Soal di atas kalimat Matematikanya menjadi 48 : 3 = ....
Untuk menyelesaikan soal pembagian bersusun ini dilakukan dengan cara bagi kurung. Perhatikan ilustrasi gambar di bawah ini!
Perkalian dan Pembagian Bilangan Matematika SD

Jadi, hasil dari 48 : 3 adalah 16.

Demikianlah informasi yang bisa disampaikan berkaitan dengan Perkalian dan Pembagian Bilangan. Selamat belajar dan semoga sukses!!!

Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Tiga Angka (Ratusan)

Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Tiga Angka : Materi yang terdapat di kelas 3 Sekolah Dasar (SD) adalah berkenaan dengan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Tiga Angka. Materi ini sangat penting sekali untuk dipahami oleh siswa. Pasalnya, dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali dihadapkan dengan suatu masalah yang berhubungan dengan penjumlahan dan juga pengurangan, salah satunya dalam bilangan tiga angka atau ratusan.
Sebelum kita mempelajari materi yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan tiga angka atau bilangan ratusan, terlebih dahulu mari kita pelajari dulu tentang nilai tempat dari bilangan tiga angka tersebut.
Perlu diketahui, bahwa bilangan tiga angka itu mempunyai tiga nilai tempat bilangan, yakni nilai tempat ratusan, nilai tempat puluhan dan nilai tempat satuan.
Contoh misalnya pada bilangan 463
Dalam bilangan 463, bilangan yang menempati posisi nilai tempat ratusan adalah 4, bilangan yang menempati posisi nilai tempat puluhan adalah 6, dan bilangan yang menempati posisi nilai tempat satuan adalah 3. (Lihat gambar ilustrasi di bawah ini!)

Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Tiga Angka (Ratusan)

Nah, selanjutnya kita coba menentukan nilai tempat dari bilangan-bilangan di bawah ini.
1. 735
2. 562

Pembahasan :
1. Nilai tempat pada bilangan 735 adalah:
7 menempati nilai tempat ratusan, yang nilainya adalah 700.
3 menempati nilai tempat puluhan, yang nilainya adalah 30.
5 menempati nilai tempat satuan, yang nilainya adalah 5.

2. Nilai tempat pada bilangan 562 adalah:
5 menempati nilai tempat ratusan, yang nilainya adalah 500.
6 menempati nilai tempat puluhan, yang nilainya adalah 60.
2 menempati nilai tempat satuan, yang nilainya adalah 2.

Apakah kalian sudah bisa memahaminya? Jika sudah, yu kita lanjutkan dengan mengerjakan soal di bawah ini.
I. Tentukan nilai tempat pada bilangan-bilangan berikut.
1. 458
Pembahasan :
………………………………………………………..
………………………………………………………..
………………………………………………………..

2. 794
Pembahasan :
………………………………………………………..
………………………………………………………..
………………………………………………………..

3. 836
Pembahasan :
………………………………………………………..
………………………………………………………..
………………………………………………………..

4. 391
Pembahasan :
………………………………………………………..
………………………………………………………..
………………………………………………………..

5. 750
Pembahasan :
………………………………………………………..
………………………………………………………..
………………………………………………………..

II. Tentukan nilai tempat bilangan berikut.
1. Pada bilangan 794, angka 9 menempati nilai tempat ... , nilainya adalah ....
2. Pada bilangan 563, angka 5 menempati nilai tempat ... , nilainya adalah ....
3. Pada bilangan 782, angka 2 menempati nilai tempat ... , nilainya adalah ....
4. Pada bilangan 386, angka 8 menempati nilai tempat ... , nilainya adalah ....
5. Pada bilangan 631, angka 6 menempati nilai tempat ... , nilainya adalah ....

Selanjutnya, mari kita lanjutkan pada bahasan yang berikutnya yakni penjumlahan dan pengurangan tiga angka dalam soal cerita.
Contoh soal :
1. Pak Dede Taufik membagikan beberapa bibit tanaman untuk melakukan penghijauan bagi para warganya. Bibit yang dibagikan tersebut terdiri atas 345 bibit mangga dan 452 bibit rambutan. Berapakah jumlah keseluruhan bibit tanaman untuk melakukan penghijauan yang dibagikan Pak Dede Taufik tersebut?
Untuk menghitung dan menemukan berapa jumlah keseluruhan bibit tanaman yang dibagikan, oleh Pak Dede Taufik yaitu menghitungnya dengan cara penjumlahan.

Pembahasan :
Penjumlahan itu dapat dituliskan 345 + 452.
Bagaimana cara menjumlahkan bilangan tersebut?
Cara untuk mengerjakannya bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan bersusun panjang dan juga bersusun pendek. Perhatikan pembahasan di bawah ini, baik yang dengan menggunakan susun panjang maupun bersusun pendek.
Bersusun panjang
345 + 452 = …
345 = 300 + 40 + 5
452 = 400 + 50 + 2
452 = 700 + 90 + 7
       = 797

Bersusun pendek
345 + 452 = …
345
452 +
797
Jadi, jumlah bibit tanaman untuk melakukan penghijauan yang dibagikan oleh Pak Dede Taufik kepada warganya adalah 797.

2. Bu Devi adalah salah seorang pengusaha pakaian. Bulan ini Bu Devi memperoleh pesanan 836 potong pakaian.  Di dalam gudang, Bu Devi memiliki 432 potong pakaian. Berapa potong pakaian lagi agar pesanannya bisa dipenuhi Bu Devi?
Pembahasan :
Untuk mengerjakan soal nomor 2, kita tentukan dengan melakukan pengurangan.
836 – 432 = …
836 = 800 + 30 + 6
432 = 400 + 30 + 2 -
       = 400 + 0 + 4
       = 404
Jadi, sisa potongan pakian yang harus diselesaikan oleh Bu Devi adalah 404.

Demikianlah informasi yang disampaikan berkaitan dengan Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Tiga Angka dengan sumber yang dijadikan sebagai referensinya adalah Buku Bse Depdiknas. Selamat belajar dan semoga kalian semua sukses!!!