Contoh Soal Satuan Kecepatan Matematika Kelas 5 SD

Contoh Soal Matematika Kelas 5 SD tentang Satuan Kecepatan : Kecepatan adalah perbandingan antara jarak dengan waktu tempuh. Contohnya adalah jarak dinyatakan kilometer (km) dan waktu yang digunakan adalah jam. Maka, untuk satuan kecepatannya adalah km per jam atau ditulis dengan km/jam.

Contoh Soal Satuan Kecepatan Matematika Kelas 5 SD

Contoh soal :
Sepeda motor mampu menempuh jarak 130 km dalam waktu 2 jam. Hitunglah kecepatan dari motor tersebut!

Pembahasan :
Diketahui:
Jarak = 130 km
Waktu = 2 jam
Ditanyakan: Kecepatan  =  ...?
Kecepatan = jarak / waktu
= 130 km / 2 jam
= 130 : 2 = 65
= 65 km/jam
Jadi, kecepatan motor itu adalah 65 km/jam.

Nah, sekarang coba kalian kerjakan secara mandiri atau bersama orangtua kalian ya!
Latihan 1
Hitunglah kecepatan berikut dalam satuan km/jam!
1. Jarak tempuh  =  90 km
Waktu tempuh  =  3 jam
Jawab : ……………….

2. Jarak tempuh  =  150 km
Waktu tempuh  =  3 jam
Jawab : ……………….

3. Jarak tempuh  =  240 km
Waktu tempuh  =  6 jam
Jawab : ……………….

4. Jarak tempuh  =  350 km
Waktu tempuh  =  5 jam
Jawab : ……………….

5. Jarak tempuh  =  540 km
Waktu tempuh  =  9 jam
Jawab : ……………….

6. Jarak tempuh  =  50 km
 Waktu tempuh  =  2 jam
Jawab : ……………….

7. Jarak tempuh  =  200 hm
 Waktu tempuh  =  120 menit
Jawab : ……………….

8. Jarak tempuh  =  5.000 m
 Waktu tempuh  =  30 menit
Jawab : ……………….

9. Jarak tempuh  =  4.500 dam
 Waktu tempuh  =  90 menit
Jawab : ……………….

10. Jarak tempuh  =  5.000.000 cm
 Waktu tempuh  =  45 menit
Jawab : ……………….

Demikian beberapa Contoh Soal Satuan Kecepatan Matematika Kelas 5 SD yang bisa disajikan yang bersumber dari Buku Bse Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas V. Selamat belajar dan semoga sukses!

Contoh Soal Satuan Jarak Matematika Kelas 5 SD

Contoh Soal Matematika Kelas 5 SD tentang Satuan Jarak : Seperti yang kita ketahui, bahwa permasalahan yang berhubungan dengan jarak itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Misalnya, rumah kakek jaraknya 5 kilometer dari rumah Nanda, berapa meter rumah kakek tersebut?
Nah, untuk mengerjakan soal itu, silahkan kalian perhatikan bagan di bawah ini ya!

Contoh Soal Satuan Jarak Matematika Kelas 5 SD

Dari bagan di atas, dari kilometer ke meter, posisinya turun sebanyak 3 kali tangga. Setiap tangganya dikali 10, jadi kalau 3 tangga dikali 1.000. Sehingga, 5 kilometer = 5 x 1.000 = 5.000 meter. Jadi, jarak dari rumah kakek ke rumah Nanda adalah 5.000 meter.

Contoh lainnya misalnya, jarak dari rumah Andi ke rumah Fahri adalah 20.000 meter. Berapa kilometer jarak rumah Andi ke rumah Fahri?
Pembahasan :
Dari meter ke kilometer, posisinya naik 3 tangga. Jadi, untuk mengubah meter ke kilometer dibagi 1.000. sehingga, 20.000 : 1.000 = 20. Jadi, jarak rumah Andi ke rumah Fahri adalah 20 kilometer.

Agar kalian lebih memahaminya tentang materi yang berhubungan dengan jarak, sekarang coba kalian kerjakan secara mandiri beberapa soal si bawah ini!

Latihan 1
1. 4 km  =  ... m
2. 20 hm = … dam
3. 45 km = … hm
4. 5 dam = … dm
5. 100 m = … cm
6. 80 m = … dm
7. 3,5 m = … mm
8. 8,8 dam = … cm
9. 25 cm = … mm
10. 4 km = … cm

Latihan 2
1. 2.500 m = … hm
2. 15.000 m = … km
3. 2.800.000 cm = … km
4. 5.800 dm = … hm
5. 1.000.000 mm = … dam
6. 15.000.000 cm = … dam
7. 20.000 dm = … m
8. 26.000 m = … hm
9. 120 dam = … km
10. 250.000 cm = … hm

Latihan 3
1. 2 km + 5 hm = … m
2. 20 hm + 30 dam = … m
3. 2.500 m + 250 dm = … cm
4. 25.000 m + 5.000 dam = … km
5. 12.000 dam + 60.000 hm = … km

Demikian beberapa Contoh Soal Satuan Jarak Matematika Kelas 5 SD. Semoga bermanfaat!

Kumpulan Soal Satuan Waktu Matematika Kelas 5 SD

Kumpulan Soal Matematika Kelas 5 SD : Waktu, begitu dekat dengan kita semua. Setiap hari, kita selalu berhubungan dengan waktu, baik jam, hari, minggu, bulan, maupun juga tahun. Nah, kali ini, kami akan menyajian Kumpulan Soal Satuan Waktu Matematika Kelas 5 SD. Hal ini bisa kalian gunakan sebagai bahan untuk belajar guna memahami materi yang berhubungan dengan waktu.

Kumpulan Soal Satuan Waktu Matematika Kelas 5 SD

Silahkan, kalian kerjakan beberapa contoh Soal Satuan Waktu Matematika Kelas 5 SD, baik secara mandiri maupun juga bersama teman kalian.

Latihan 1
1. 7 abad =  ... dasawarsa
2. 6 dasawarsa =  ... tahun
3. 24 windu =  ... tahun
4. 40 tahun =  ... lustrum
5. 80 tahun =  ... dasawarsa
6. 160 windu =  ... dasawarsa
7. 80 dasawarsa =  ... abad
8. 200 dasawarsa =  ... milenium
9. 300 lustrum =  ... abad
10. 600 tahun =  ... abad

Latihan 2
1. 6 tahun  =  ... bulan             6. 72 bulan  =  ... tahun
2. 4 tahun  =  ... minggu          7. 60 minggu  =  ... bulan
3. 10 tahun  =  ... hari              8. 104 minggu  =  ... tahun
4. 25 bulan  =  ... minggu        9. 240 hari  =  ... bulan
5. 24 bulan  =  ... hari              10. 567 hari  =  ... minggu

Latihan 3
1. 5 jam  =  ... menit                6. 120 menit  =  ... jam
2. 6 jam  =  ... detik                 7. 360 menit  =  ... jam
3. 8 menit  =  ... detik             8. 540 detik  =  ... menit
4. 10 menit  =  ... detik            9. 1.260 detik  =  ... menit
5. 12 menit  =  ... detik            10. 7.200 detik  =  ... jam

Latihan 4
1. 90 detik  =  ... menit.           6. 200 menit  =  ... jam.
2. 210 detik  =  ... menit.         7. 210 menit  =  ... jam.
3. 110 detik  =  ... menit.         8. 250 menit  =  ... jam.
4. 134 detik  =  ... menit.         9. 289 menit  =  ... jam.
5. 156 detik  =  ... menit.         10. 315 menit  =  ... jam.

Latihan 5
1. 2 milenium  –  8 abad  +  6 dasawarsa  =  ... tahun
2. 6 abad  –  15 dasawarsa  –  24 windu  =  ... tahun
3. 7 abad  –  40 windu  +  17 lustrum  =  ... tahun
4. 27 dasawarsa  –  28 windu  +  24 lustrum  =  ... tahun
5. 65 windu  –  40 dasawarsa  –  15 lustrum  =  ... tahun

Latihan 6
1. 2 tahun  –  9 bulan  +  7 minggu  =  ... hari
2. 5 tahun  +  12 bulan  –  24 minggu  =  ... hari
3. 45 bulan  +  56 minggu  –  4 tahun  =  ... hari
4. 127 minggu  +  76 bulan  –  6 tahun  =  ... hari
5. 12 tahun  –  100 bulan  –  49 minggu  =  ... hari

Latihan 7
1. 04 jam 08 menit 12 detik
    03 jam 12 menit 21 detik +
   …. jam …. menit …. detik

2. 12 jam 32 menit 56 detik
   10 jam 24 menit 46 detik +
   …. jam …. menit …. detik

Demikianlah penyajian tentang Kumpulan Soal Satuan Waktu Matematika Kelas 5 SD. Selamat belajar dan semoga sukses!

Cara Menghitung Luas dan Keliling Lingkaran

Cara Menghitung Luas dan Keliling LingkaranLingkaran adalah salah satu bidang datar yang titik sudutnya tak terhingga. Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa sebuah lingkaran adalah himpunan seluruh titik pada bidang dalam jarak tertentu, yang disebut dengan jari-jari, dari suatu titik tertentu, yang disebut dengan pusat. Lingkaran adalah contoh dari kurva tertutup sederhana, yang membagi bidang menjadi bagian dalam dan juga bagian luar.
Terdapat beberapa istilah yang terdapat dalam lingkaran yang harus diketahui. Beberapa istilah tersebut adalah sebagai berikut.

Istilah yang menunjukkan titik, yakni :
Titik pusat (P)
Titik pusat adalah titik tengah lingkaran. Di mana jarak titik itu dengan titik manapun pada lingkaran selalu tetap.

Istilah yang menunjukkan garisan, yakni :
Jari-jari (R)
Jari-jari adalah garis lurus yang menghubungkan titik pusat dengan lingkaran.

Tali busur (TB)
Tali busur adalah garis lurus di dalam lingkaran yang memotong lingkaran pada dua titik yang berbeda.

Busur (B)
Busur adalah garis lengkung baik terbuka, maupun tertutup yang berimpit dengan lingkaran.

Keliling lingkaran (K)
Keliling lingkaran adalah busur terpanjang pada lingkaran.

Diameter (D)
Diameter adalah tali busur terbesar yang panjangnya adalah dua kali dari jari-jarinya. Diameter ini membagi lingkaran sama luas.

Apotema
Apotema adalah garis terpendek antara tali busur dan pusat lingkaran.

Istilah yang menunjukkan luasan, yakni :
Juring (J)
Juring adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh busur dan dua buah jari-jari yang berada pada kedua ujungnya.

Tembereng (T)
Tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh sebuah busur dengan tali busurnya.

Cakram (C)
Cakram adalah semua daerah yang berada di dalam lingkaran. Luasnya yaitu jari-jari kuadrat dikalikan dengan pi. Cakram merupakan juring terbesar.

Nah, memahami hal yang berkaitan dengan lingkaran tersebut, sudahkah kalian tahu bagaimana cara untuk mencari luas dan keliling lingkaran?
Jika kalian belum mengetahuinya, di bawah ini akan disajikan rumus untuk mencari luas dan keliling lingkaran yang akan disertai dengan contoh soal dan pembahasannya.

Rumus mencari luas lingkaran
L = π x r2
Keterangan :
L adalah luas.
π atau phi adalah 3,14 atau 22/7.
*catatan : jika jari-jarinya merupakan kelipatan 7 seperti 7, 14, 21, dan lainnya maka gunakan π atau phi nya yang 22/7. Jika bukan kelipatan 7, maka gunakan yang 3,14.
r adalah jari-jari. Dimana, ukurannya adalah ½ dari diameter (D).

Rumus mencari keliling lingkaran
K = π x D
Keterangan :
K adalah keliling.
π atau phi adalah 3,14 atau 22/7.
D adalah diameter. Dimana, diameter ini ukurannya adalah 2 kali jari-jari.

Contoh soal :
1. Perhatikan gambar di bawah ini!
Cara Menghitung Luas dan Keliling Lingkaran

Hitung luas dan keliling lingkaran tersebut!
Pembahasan :
L = π x r2
L = 22/7 x 7 x 7
L = 154 cm2
Jadi, luasnya adalah 154 cm2

K = π x D
*D atau diameter adalah 2 kali jari-jari, jadi D = 2 x r atau 2 x 7.
K = 22/7 x 14
K = 44 cm
Jadi, kelilingnya ada 44 cm.

2. Sebuah lingkaran memiliki jari-jari 10 cm. Hitung luas lingkarang tersebut.
Pembahasan :
L = π x r2
L = 3,14 x 10 x 10
L = 314 cm2
Jadi, luasnya adalah 314 cm2

3. Sebuah lingkaran berdiameter 56 cm. Hitung luas dan kelilingnya!
Pembahasan :
D = 56
r = 56/2 = 28

L = π x r2
L = 22/7 x 28 x 28
L = 2.464 cm2
Jadi, luasnya adalah 2.464 cm2

K = 22/7 x 56
K = 176 cm
Jadi, kelilingnya ada 176 cm.

Demikian pengetahuan yang bisa disampaikan tentang Cara Menghitung Luas dan Keliling Lingkaran. Selamat belajar dan semoga sukses!

FPB dari 24 dan 36 adalah

FPB dari 24 dan 36 adalah : Dalam Matematika, FPB merupakan kependekkan dari Faktor Persekutuan Terbesar. Materi tentang FPB diajarkan sejak di Sekolah Dasar. Materi tentang FPB juga seringkali dijadikan sebagai indikator dalam Ujian Nasional (UN) atau Ujian Sekolah/ Madrasah (US/M) pada jenjang SD.

FPB dari 24 dan 36 adalah … ?
FPB dari 24 dan 36 adalah

Sebenarnya, banyak cara untuk mengerjakan soal yang berhubungan dengan FPB, yakni dengan menggunakan faktor persekutuan, pohon faktor, dan dengan mengggunakan tabel atau petak sawah.
Biasanya, penyajian soal yang berhubungan dengan FPB disajikan dalam bentuk soal biasa seperti FPB dari 24 dan 36 adalah … atau juga dalam bentuk soal cerita.

Nah, karena FPB biasanya selalu bersandingan dengan KPK. Maka, untuk membedakan apakah dalam soal cerita tersebut pengerjaannya menggunakan FPB atau KPK. Kita harus terlebih dahulu mengetahui ciri-cirinya soal cerita yang dikerjakan dengan menggunakan FPB.

Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
Memuat pertanyaan berapa jumlah atau banyaknya. Atau bisa dikatakan yang berhubungan dengan jumlah atau banyak.

Nah, setelah kalian mengetahui apa itu FPB dan bagaimana cirinya dalam soal cerita. Kita sekarang lanjutkan pada tujuan pada artikel ini yakni untuk mengetahui jawaban FPB dari 24 dan 36 adalah …

Untuk menjawabnya, kita gunakan yang mudah saja yakni dengan Faktor Persekutuan. Adapun, jika kalian ingin mencarinya dengan cara lain. Kalian bisa pelajari : Cara Mengerjakan soal FPB dan KPK plus Soal Ceritanya dan Cara Mengerjakan Soal FPB dan KPK dengan Cepat.

Faktor Persekutuan :
Faktor dari 24 = 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24
Faktor dari 36 = 1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36
Faktor persekutuan dari 24 dan 36  adalah 1, 2, 3, 4, 6 dan 12.
Untuk menentukan FPB, ambil faktor persekutuan yang terbesar. Dari bilangan di atas, faktor persekutuan yang paling besarnya adalah 12.

Kesimpulannya : FPB dari 24 dan 36  adalah 12

FPB dari 18 dan 24 adalah

FPB dari 18 dan 24 adalah : Dalam Matematika, FPB merupakan kependekkan dari Faktor Persekutuan Terbesar. Materi tentang FPB diajarkan sejak di Sekolah Dasar. Materi tentang FPB juga seringkali dijadikan sebagai indikator dalam Ujian Nasional (UN) atau Ujian Sekolah/ Madrasah (US/M) pada jenjang SD.

FPB dari 18 dan 24 adalah … ?
FPB dari 18 dan 24 adalah

Sebenarnya, banyak cara untuk mengerjakan soal yang berhubungan dengan FPB, yakni dengan menggunakan faktor persekutuan, pohon faktor, dan dengan mengggunakan tabel atau petak sawah.
Biasanya, penyajian soal yang berhubungan dengan FPB disajikan dalam bentuk soal biasa seperti FPB dari 18 dan 24 adalah … atau juga dalam bentuk soal cerita.

Nah, karena FPB biasanya selalu bersandingan dengan KPK. Maka, untuk membedakan apakah dalam soal cerita tersebut pengerjaannya menggunakan FPB atau KPK. Kita harus terlebih dahulu mengetahui ciri-cirinya soal cerita yang dikerjakan dengan menggunakan FPB.

Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut.
  • Memuat pertanyaan berapa jumlah atau banyaknya. Atau bisa dikatakan yang berhubungan dengan jumlah atau banyak.

Nah, setelah kalian mengetahui apa itu FPB dan bagaimana cirinya dalam soal cerita. Kita sekarang lanjutkan pada tujuan pada artikel ini yakni untuk mengetahui jawaban FPB dari 18 dan 24 adalah …

Untuk menjawabnya, kita gunakan yang mudah saja yakni dengan Faktor Persekutuan. Adapun, jika kalian ingin mencarinya dengan cara lain. Kalian bisa pelajari : Cara Mengerjakan soal FPB dan KPK plus Soal Ceritanya dan Cara Mengerjakan Soal FPB dan KPK dengan Cepat.


Faktor Persekutuan :
Faktor dari 18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18
Faktor dari 24 = 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24
Faktor persekutuan dari 18 dan 24 adalah 1, 2, 3, dan 6.
Untuk menentukan FPB, ambil faktor persekutuan yang terbesar. Dari bilangan di atas, faktor persekutuan yang paling besarnya adalah 6.

Kesimpulannya : FPB dari 18 dan 24 adalah 6

Contoh Soal Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan Matematika Kelas 4 SD

Contoh Soal Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan Matematika Kelas 4 SD : Sahabat pembelajar yang berbahagia, pada kesempatan sebelumnya kami telah menyajikan pengetahuan tentang Cara Menentukan Kelipatan Persekutuan. Kali ini, kami akan menyajikan beberapa Contoh Soal Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan Matematika Kelas 4 SD, sebagai bahan untuk belajar secara mandiri.
Perlu diketahui oleh kalian, bahwa kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih.
Contoh Soal Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan Matematika Kelas 4 SD

Contoh misalnya :
Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 3 dan 4!
Pembahasan :
Kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, ...
Kerlipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, ...
Jadi, kelipatan persekutuan dari 3 dan 4 adalah 12, 24, ...

Nah, sekarang silahkan kalian kerjakan beberapa Contoh Soal Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan Matematika Kelas 4 SD secara mandiri atau bersama teman kalian ya!

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan berikut ini!
1. 3 dan 6
Kelipatan 3 adalah ....
Kelipatan 6 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 3 dan 6 adalah ....

2. 4 dan 6
Kelipatan 4 adalah ....
Kelipatan 4 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 adalah ....

3. 5 dan 8
Kelipatan 5 adalah ....
Kelipatan 8 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 5 dan 8 adalah ....

4. 10 dan 20
Kelipatan 10 adalah ....
Kelipatan 20 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 10 dan 20 adalah ....

5. 12 dan 16
Kelipatan 12 adalah ....
Kelipatan 16 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 12 dan 16 adalah ....

6. 9 dan 12
Kelipatan 9 adalah ....
Kelipatan 12 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 9 dan 12 adalah ....

7. 13 dan 26
Kelipatan 13 adalah ....
Kelipatan 26 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 13 dan 26 adalah ....

8. 18 dan 24
Kelipatan 18 adalah ....
Kelipatan 24 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 18 dan 24 adalah ....

9. 25 dan 50
Kelipatan 25 adalah ....
Kelipatan 50 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 25 dan 50 adalah ....

10. 14 dan 18
Kelipatan 14 adalah ....
Kelipatan 18 adalah ....
Jadi, kelipatan persekutuan dari 14 dan 18 adalah ....

Demikian penyajian tentang Contoh Soal Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan Matematika Kelas 4 SD. Selamat belajar dan semoga sukses!